deteksi

Deteksi Autisme Sejak Dini

Deteksi Autisme Sejak Dini

Seorang anak yang menyandang autisme memang rata-rata baru diketahui saat berusia dua tahun, karena saat itu dia mulai berbicara dan berjalan. Diagnosisnya pun tak mudah, butuh enam bulan untuk memastikan secara holistik seorang anak menyandang autisme. Padahal jika diketahui sejak awal, terapi dapat dilakukan lebih dini. Banyak pendekatan yang dapat dilakukan, mulai dari diet bebas gluten bebas kasein (GFCF), terapi wicara hingga terapi perilaku. Mengetahui autisme sejak dini memudahkan untuk memilih terapi yang tepat. Kini muncul uji genetis untuk deteksi autisme sejak dini. Uji gen dilakukan karena faktor genetis inilah yang menjadi penyebab autisme walaupun kemudian muncul karena faktor eksternal. Autisme adalah masalah genetis yang bisa diturunkan, oleh karena itu deteksi juga dapat dilakukan kepada para calon orang tua sebagai pembawa gen autisme. Jika salah satu orang tua diketahui membawa gen autisme, dokter dapat menyarankan perlakuan khusus kepada calon ibu yang ingin hamil. Sebenernya secara teknis, uji genetis ini sudah ada sejak 10 tahun lalu.

deteksi autisme sejak dini

Namun saat itu secara etis, uji ini hanya boleh dilakukan pada kasus tertentu. Prosedur uji genetis ini sangat mudah, meski biaya yang diperlukan sangat mahal yakni Rp 12 juta . Dokter hanya mengambil sampel ludah dari orang yang hendak diuji. Ludah dipilih sebagai sumber sampel genetis karena kemudahan pengambilannya. Sebelum diambil ludahnya, baik orang tua maupun anak harus puasa selama 30 menit. Di laboratorium genetis, sampel itu diurai hingga terlihat urutan DNA. Urutan tersebut kemudian dicocokkan dengan sebuah cip yang berisi informasi 3.000 gen dan 9.000 macam mutasi, termasuk autisme. Jika urutan DNA dari sampe ludah itu cocok dengan pola DNA autisme dalam cip tersebut, maka dapat dipastikan orang tersebut membawa gen autisme. Uji genetis untuk autisme adalah diagnosis untuk menentukan atau vonis bukan hanya untuk mengetahui risiko. Meski demikian tidak semua orang yang diketahui memiliki gen autisme positif menyandang autisme. Gangguan hanya muncul jika terpengaruh oleh faktor eksternal.