Saat Musim Hujan, Biker Jangan Lupakan Langkah Ini

Screenshot_34

Musim penghujan ataupun kemarau (panas) makin tidak menentu datangnya, oleh karena itu butuh lebih siaga. Spesial pesepeda motor, disiram air hujan saat berkendara, bukanlah hal yang mengasyikkan, lantaran automatis tingkatkan resiko celaka di jalan.

Walau demikian, siaga butuh ditingkatkan, supaya tetaplah aman serta selamat di dalam keadaan itu. Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) mengemukakan sebagian pesan, saat hujan turun di dalam perjalanan.

Pertama, kata Hendrik, baiknya berhentikan kendaraan ditempat meneduh paling dekat. “Ini langkah yang semestinya dikerjakan. Tetapi yakinkan tempat berteduh aman serta tak mengganggu keadaan jalan raya, seperti dibawah jembatan atau tempat yang lain, ” tutur Hendrik, Kamis (13/10/2016).

Lantas yang ke-2, bila tak sudi berteduh lama serta menginginkan meneruskan perjalanan, terlebih dulu gunakan jas hujan yang pas (bukanlah ponco). Lantas janganlah segera menerobos hujan, namun tunggulah sekitaran 10 menit sesudah hujan turun.

“Umumnya pada 10 menit pertama jalan begitu licin, lantaran keadaan jalan yang panas lalu tersiram air hujan, menyebabkan uap. Lantas ada pula lumpur jalan (tanah serta pasir yang mengendap di aspal) yang mulai nampak serta mengalir ke pinggir jalan (ke posisi lebih rendah dibading sisi tengah jalan). Jadi tunggulah sebagian waktu hingga lumpur itu mulai menepi dari jalan, supaya tak tergelincir, ” tutur Hendrik.

Langkah ketiga, waktu mulai jalan, usahakan atur kecepatan sebijaksana mungkin saja, pastinya janganlah samakan saat keadaan jalan kering. “Ini umumnya biker jadi terbalik, bukannya pelan, mereka jadi makin ngebut waktu hujan. Tepatnya yaitu kurangi kecepatan, ” tutur Hendrik.

Ke empat, jagalah jarak aman dengan kendaraan di depan, lebih jauh di banding waktu keadaan jalan normal. Lantaran waktu hujan, perlu jarak pengereman yang lebih, terkecuali jalan licin, hitungan saat tehnis system pengereman bekerja juga lebih lama, tidak sama saat keadaan kering.

Lalu paling akhir, kata Hendrik, posisi jalur berkendara janganlah sangat di tepi, atau sedikit lebih ke tengah. Lantaran di jalanan Jakarta terutama, segi pinggir jalan sering tergenangi air waktu hujan. Di kuatirkan didalam genangan itu ada lubang atau masalah yang lain yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

sumber : KompasOtomtif –

Posted on: February 23, 2017, by : aditya rizalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *