Inilah Penyakit Berbahaya yang Sering Muncul Pasca-banjir

Screenshot_33

Bencana alam bukanlah monopoli satu negara saja. Misalnya banjir, yang dapat menempa dari mulai negara maju sampai negara berkembang, terlebih waktu curah hujan meraih puncaknya.

Kadang-kadang, tidak cuma peristiwa banjirnya yang merugikan, namun akibat sesudahnya yang membahayakan manusia yang terdampak. Pasalnya, banjir membawa peluang banyak penyakit.

Pada musim panas th. 2005, dua banjir besar berlangsung di Mumbai (dulu Bombay), India, serta New Orleans, AS Dari pojok pandang penyakit menular, apa yang berlangsung sesudah banjir itu dapat dimaksud peristiwa yang khas.

Mumbai yaitu kota dari 18 juta orang, terdapat di pantai barat India. Akibat banjir, sekitaran 900 manusia serta beberapa ribu hewan mati, serta jutaan mengungsi dari tempat tinggal mereka.

New Orleans yaitu kota berpenduduk 600. 000 orang, terdapat di pantai selatan Amerika Serikat serta silang-menyilang dengan segudang saluran air. Jumlah korban tewas beberapa ribu serta semua kota butuh dievakuasi.

Rusaknya system sanitasi serta kerancuan air minum yaitu hal yang paling di kuatirkan. Saat inkubasi, yakni saat pada saat orang itu terserang air yang terkontaminasi serta tanda-tanda penyakit muncul, bisa sekitar pada sekian hari hingga sebagian minggu. Tanda-tanda termasuk juga demam, kram perut serta diare jadi hal yang begitu umum saat itu.

Di negara berkembang, korban paling banyak yaitu anak-anak, beberapa besar dari mereka wafat lantaran dehidrasi, kekurangan gizi, komplikasi yang lain, serta kurangnya antibiotik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kalau tiap-tiap th. nyaris dua juta anak di semua dunia wafat lantaran penyakit diare, beberapa besar dibawah umur lima th..
Penyakit yang ditularkan lewat air

Beragam type penyakit yang terbawa air, umum berlangsung di beberapa belahan dunia. Umpamanya, waktu di Mumbai, satu diantara penyakit yang terbawa air yaitu kolera. New Orleans, nampak masalah hepatitis A.

Kolera yaitu infeksi usus akut, dikarenakan oleh air minum atau makanan yang terkontaminasi dengan bakteri Vibrio cholerae. Saat inkubasi umumnya dua hingga tiga hari. Gejalanya mencakup diare kronis serta muntah.

Hilangnya cairan badan bisa mengakibatkan dehidrasi serta shock. Bila tanpa ada penyembuhan, kematian bisa berlangsung dalam sebagian jam.

Penyembuhan yang umum yaitu pergantian cairan serta elektrolit yang hilang memakai jalan keluar rehidrasi oral. Masalah yang kronis mungkin saja membutuhkan cairan infus serta antibiotik.

Hepatitis A yaitu peradangan pada hati yang dikarenakan oleh virus hepatitis A. Saat inkubasi virus hepatitis yaitu 15-45 hari, sebelumnya sinyal tanda pertama penyakit nampak.

Beberapa besar gejalanya serupa dengan flu seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, demam enteng, tinja berwarna pucat, urin berwarna gelap. Kulit serta mata dapat juga jadi kuning lantaran hati tidak bisa memroses bilirubin dalam darah.

Penyembuhan yang paling umum melibatkan istirahat, hindari alkohol serta makanan berminyak atau berlemak. Pemulihan mengonsumsi saat tiga hingga enam bln..

Penyakit lain yang banyak nampak waktu serta setelah banjir yaitu leptospirosis, yang dikarenakan oleh air yang terkontaminasi oleh urin hewan, terlebih tikus.

Di Mumbai, leptospirosis mengakibatkan kematian nyaris 150 orang. Gejalanya yaitu demam tinggi, sakit kepala kronis, nyeri otot, menggigil serta muntah.

Pusat Ingindalian serta Mencegah Penyakit AS (CDC) juga barusan memberikan leptospirosis sebagai penyakit yang begitu mungkin saja nampak pasca Badai Katrina.
Penyakit bawaan vektor

Sebagian minggu sesudah banjir di Mumbai, insiden penyakit yang terbawa air makin menyusut namun ada penambahan masalah penyakit lantaran vektor.

Penyakit vektor menular akibat dibawa oleh serangga. Penyakit vektor yang banyak berlangsung pasca banjir yaitu penyakit yang dibawa oleh nyamuk, umpamanya malaria. Setelah banjir, genangan-genangan air yang menetap jadi tempat ideal untuk nyamuk untuk berkembang biak.

Malaria dikarenakan oleh parasit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Parasit bermigrasi ke hati pasien serta lalu masuk aliran darah, menginfeksi beberapa sel darah merah. Saat inkubasi yaitu satu hingga tiga minggu.

Gejalanya mencakup demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot serta anemia. CDC memprediksi ada sekitaran 300 juta masalah malaria di semua dunia tiap-tiap th., di mana kian lebih satu juta orang wafat dunia, beberapa besarnya yaitu anak-anak.

India mempunyai sekitaran dua juta masalah per th., salah satunya 650 orang wafat dunia.

Virus West Nile yaitu penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk. Saat inkubasi dua hingga 15 hari. Umumnya orang yang terinfeksi virus ini akan tidak alami tanda-tanda apa pun.

Tetapi terdapat banyak bakal alami tanda-tanda seperti flu enteng, serta kurang dari % bakal jadi kronis. Virus West Nile merubah system saraf pusat.

Tak ada penyembuhan spesial untuk penyakit lantaran virus ini, terkecuali system saraf pusat dipengaruhi.

Sisi India utara pernah alami wabah virus ini, dimana kian lebih 2000 anak terserang serta kian lebih 500 tewas.

sumber : KOMPAS. com –

Posted on: February 23, 2017, by : aditya rizalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *