Mencegah Risiko Mesin Overheat dan Water Hammer

Screenshot_93

Otosia. com – Lakukan servis teratur bisa melindungi keadaan mobil tetaplah dalam keadaan sempurna. Tetapi mesin kendaraan juga perlu istirahat, hingga usia pakainya jadi lebih panjang. Masalah yang seringkali didapati akibat pemakaian mesin mobil terlalu berlebih ini yaitu terjadinya engine overheat serta engine water hammer.

Engine overheat serta engine water hammer telah pasti beresiko untuk jelek untuk ‘kesehatan’ mobil.

Engine overheat atau panas mobil terlalu berlebih bisa berlangsung lantaran ada system pendinginan mesin yg tidak berperan dengan cara optimal atau tak bekerja dengan baik. Peristiwa yang seringkali mengakibatkan terjadinya engine overheat ini yaitu ada kebocoran atau rusaknya radiator sesudah alami kecelakaan di bagian depan, tetapi pengemudi tetap masih menggerakkan mobilnya sesudah kecelakaan berlangsung.

Karenanya, jangan sampai memaksa untuk menggerakkan mobil sebentar sesudah terjadinya kecelakaan tetapi periksalah terlebih dulu keadaan air radiator pada system pendingin serta carter oil. Jika Anda temukan rusaknya atau kebocoran, cepatlah bawa ke bengkel terpercaya, atau dapat menghubungi service darurat yang umumnya disiapkan oleh asuransi, umpamanya Garda Akses di nomer 1 500 112.

Bila Anda tak menjumpai rusaknya atau kebocoran, Anda bisa meneruskan perjalanan untuk menuju bengkel paling dekat. Diluar itu, cermati juga tanda temperatur yang ada di instrumen cluster di depan steer, jika temperaturnaik selekasnya berhenti serta kerjakan penderekan.

Sedang engine water hammer atau hydrolocking yaitu kondisi waktu mesin mobil mati mendadak dikarenakan oleh air yang masuk dalam ruangan bakar lewat air intake serta memperoleh desakan yang begitu besar di ruangan silinder oleh piston. Hingga stang piston bakal bengkok, ring piston bakal rusak, dinding silinder bakal terluka, serta yang paling kronis yaitu melengkungnya head silinder.

Jauhi terjadinya engine water hammer ini dengan meyakinkan posisi genangan air sekurang-kurangnya 30 cm dibawah air intake supaya ketika melalui genangan, air intake tetaplah aman serta tak menyedot air, diluar itu injak gas seperlunya serta janganlah memakai putaran mesin tinggi supaya knalpot tak kemasukan air.

“Cara paling baik untuk hindari engine water hammer ini sesungguhnya yaitu hindari genangan tersebut, jika belum terlanjur tambah baik putar balik serta lewat jalan lain. Jangan sampai memaksa atau berniat menerjang genangan, ” tutur L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Moment Asuransi Astra.

Terkecuali bisa kurangi performa mesin mobil, mengacu pada Polis Standard Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II pasal 3 ayat 4, rusaknya mesin akibat ke-2 peristiwa itu juga adalah type peristiwa yang dikecualikan.

Pertanggungan itu tak menanggung kerugian, rusaknya serta atau cost atas Kendaraan Bermotor serta atau tanggung jawab hukum pada pihak ketiga bila dikemudikan dengan cara paksa meskipun dengan cara tehnis keadaan kendaraan dalam kondisi rusak atau tak laik jalan, hingga rusaknya pada mesin mobil akibat ke-2 peristiwa itu akan tidak dapat diklaim.

Karenanya, cermati senantiasa keadaan mesin mobil Anda, serta langkah yang paling simpel adalahdengan tak memaksakan mesin untuk bekerja terus-menerus tanpa ada saat istirahat, terutama waktu keadaan mesin telah tak laik jalan. Atau Anda dapat juga memperluas jaminan perlindungan mobil Anda dengan pelebaran jaminan pada peristiwa banjir supaya tetaplah dapat klaim rusaknya yang dikarenakan genangan.

Posted on: February 24, 2017, by : aditya rizalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *