Jangan Anggap “Vape” Sebagai Rokok yang Sehat!

Screenshot_13

JAKARTA, KOMPAS. com – Rokok elektronik atau yang di kenal dengan vape kerap diklaim sebagai type rokok yang sehat di banding rokok umum. Apakah benar sekian?

Menurut dokter spesialis paru, Agus Dwi Susanto vape juga membahayakan kesehatan. Bahaya vape dapat diliat dari kandungannya serta sistem membuahkan uap.

” Vape itu yang di keluarkan bukanlah asap, namun uap. Cairan yang dipanaskan serta keluarkan uap dengan mekanisme elektrik itu menyebabkan radikal bebas, ” terang Agus dalam diskusi sekian waktu lalu.

Radikal bebas yang masuk ke badan makin lama dapar mengakibatkan kerusakan sel sehat. Diluar itu, riset temukan, cairan vape yang dipanaskan itu juga membuahkan zat yang berbentuk karsinogen atau dapat menyebabkan kanker.

Walau sering diklaim bebas nikotin, sebagian riset juga temukan kandungan nikotin dalam rokok elektronik tetaplah ada. Zat perasa untuk membuahkan aroma buah-buahan yang beragam macam juga memiliki kandungan bahan kimia yang tidak menyehatkan.

Agus menyampaikan, karenanya beberapa penelitian tak pernah merekomendasikan merokok elektronik. Begitu halnya shisha.

Direktur Ingindalian Penyakit Tak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily Sulistyowati memberikan, bahan kombinasi cairan pada vape juga tidak bebas dari kandungan yang membahayakan kesehatan.

” Tetaplah ada bahan yang beresiko, terlebih jka ada ekstrak tembakau. Tak ada rokok yang menyehatkan, ” kata Lily.

Bahaya lain dari rokok elektronik yaitu peluangnya untuk meledak. Dalam beberapa laporan masalah, vape bikin celaka pemakainya lantaran meledak di tangan, bahkan juga di mulut saat diisap.

Bila menginginkan sehat, bukanlah ganti rokok konvensional dengan rokok elektronik. Langkah paling pas yaitu dengan berhenti merokok.

Posted on: January 30, 2017, by : aditya rizalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *