Keindahan Jal Mahal, Istana yang Tenggelam di Air

screenshot_16

India bukan sekedar populer bakal budayanya yang bermacam namun juga barang atau bangunan bersejarah yang lain. Seperti Jal Mahal yang ada di Ibu Kota Jaipur, Rajasthan, India. Tidak sama biasanya satu istana, Jal Mahal malah berupa unik lantaran ada di tengah-tengah danau buatan. Istana marmer yang didirikan oleh Maharaja Madho Singh pada era 18 ini terlihat terbenam diantara danau itu. Lantaran perihal ini pula, Jal Mahal juga kerap di kenal sebagai ‘Istana Air’.

Seperti ditulis laman Amusing Planet, Kamis (29/9), istana itu awalannya jadi tempat untuk pesta berburu bebek oleh Maharaja Madho Singh. Lalu bangunan itu diperluas dengan memberikan halaman pada saat Madho Singh II. Bangunan bersejarah ini pernah tidak terurus sampai pada akhirnya direnovasi pada 2000-an.

Susunan Jal Mahal sesungguhnya masihlah diragukan benarkah istana atau bukanlah. Bangunan itu tak persis seperti istana yang mempunyai ruangan huni yang layak. Jal Mahal cuma mempunyai teras dimana Maharaja isi saat luangnya untuk jalan-jalan enjoy.

Jal Mahal terbagi dalam lima lantai yang salah satunya nyaris terbenam ke air danau. Dari lima lantai, cuma satu lantai diatas yg tidak terbenam. Walau sekian, masihlah ada lorong-lorong serta ruangan besar di lantai pertama yang anggun dengan dihiasi lukisan indah.

Di teras istana, ada satu taman dengan ayat-ayat yang ditulis dengan cara melengkung. Di tiap-tiap pojok istana ada menara semi-segi delapan dengan kubah menawan. Sesaat di tengah-tengah teras, ada paviliun persegi panjang bergaya Bengal yang umum dimaksud Chhatri.

Arsitektur Jal Mahal biasanya kombinasi pada Rajput serta Mughal. Seperti di ketahui, arsitektur Rajput lebih ke segi kehinduan sedang Mughal di pengaruhi oleh aristektur Islam serta Persia.

Jal Mahal berdiri di danau buatan, Man Sagar pada 1610. Awal mulanya, danau ini ditujukan masyarakat sekitaran yang membutuhkan air untuk minum serta irigasi. Tetapi pada era paling akhir, danau jadi tempat pembuangan limbah yg tidak di proses. Air kotor serta bau juga jadi penyebabnya pengunjung malas mendekati monumen indah itu.

Pada 2004, satu perusahaan swasta menggantikan semua lokasi danau termasuk juga Jal Mahal. Maksudnya, untuk mengubahnya jadi satu resor serta obyek wisata. Sepanjang dekade paling akhir, perusahaan repot bersihkan danau serta memulihkan istana. Akhirnya juga positif seperti kwalitas air yang makin bertambah. Sampai sekarang ini, Jal Mahal masihlah belum terbuka untuk wisatawan. Anda cuma bisa nikmati panorama istana dengan berperahu di danau.

Posted on: September 29, 2016, by : aditya rizalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *