Hapus Anggapan Penulis Rentan Stres!

penulis rentan stres

Menjadi penulis memang bukan pilihan yang mudah. Apalagi kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang masih mengagungkan pekerjaan tetap menjadi suatu hal yang lebih menjanjikan. Tidak dipungkiri, masih sangat jarang penulis yang mendapatkan title jadi pekerja tetap. Tapi, jadi seorang penulis tidak memiliki masa pension. Selama masih bisa menghasilkan karya, maka tetap bisa dianggap menjadi seorang penulis.

Sayangnya, penulis rentan stres. Mengapa demikian? Biasanya karena deadline yang terlalu sempit atau ide yang harus ada setiap saat. Padahal, kegiatan menulis jika dilakukan dengan cara yang baik benar, justru bisa menyembuhkan stres lho. Tapi jika dilakoni sebagai sebuah beban, maka bisa menjadi momok bagi diri sendiri.

Untuk mengubah persepsi menulis itu beban, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini. Dijamin, kegiatan menulis akan lebih menyenangkan dan sehat.

penulis rentan stres

  1. Imbangi dengan refreshing

Padatnya deadline, memang bisa membuat penulis rentan stres. Olehkarenanya, coba atur waktu baik-baik. Misalnya saja, jangan selama 7 hari dalam seminggu digunakan untuk menulis, riset, dan wawancara. Tapi sisakan satu hari untuk bisa digunakan refreshing.

Refreshing tidak sama dengan piknik mahal. Refreshing bisa dilakukan hanya dengan jalan-jalan di sekitar rumah, belanja di pasar tradisional, main ke rumah saudara atau teman, atau bermain ke pantai dan gunung. Pokoknya pilih sesuatu yang menyenangkan. Kita juga bisa pergi ke salon atau pijat agar otot-otot tidak tegang.

  1. Istirahat yang cukup

Jangan paksakan tubuh untuk selalu mengahadap monitor. Beri waktu tubuh untuk bisa istirahat dengan cukup. Ingat, kita bukan robot, tapi manusia biasa yang bisa sakit karena melakukan hal yang terlampau keras.

Jika memaksakan diri, bisa-bisa mata jadi sakit, punggung dan leher nyeri, serta kepala jadi berat. Ini menandakan bahwa tubuh sudah waktunya beristirahat. Minimal tidur malam selama 8 jam. Jangan terbiasa lembur.

  1. Pilih makanan yang sehat

Mengejar deadline di jasa penulis artikel biasa diartikan dengan lembur dan kopi. Padahal, keduanya benar-benar tidak baik untuk kesehatan. Apalagi jika dilakukan secara rutin juga. Jika banyak kerjaan, ya atur waktunya agar tidak telat deadline. Misalnya dengan membuat jadwal yang harus dipatuhi.

Lalu konsumsi makanan yang sehat. Siapa bilang pekerjaan duduk dan memandang monitor itu tidak berat. Jadi mesti pilih makanan sehat. Pilih buah dan sayur yang mengandung serat dan vitamin. Terutama vitamin C dan A, yakni untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mata. Selain itu, minum air putih sesuai kebutuhan tubuh.

  1. Beri reward diri sendiri

Tidak ada salahnya jika kita memberi reward pada diri sendiri usai menyelesaikan satu karya atau dua karya (ini bisa dilakukan sesuai kesepakatan dan budget pribadi). Misalnya saja bila berhasil menerbitkan satu buku, maka manjakan diri dengan melakukan hal yang disukai. Contohnya saja traveling.

Hal tersebut akan membuat semangat menulis lebih baik. Jadi ada semacam motivasi lain, mengapa kita harus segera menyelesaikan tulisan.

  1. Menulis itu menyenangkan

Jika sudah menjadi pekerjaan, jangan buat menulis itu suatu beban. Penulis rentan stres merupakan suatu hal yang harus diajuhkan dari pikiran. Sebaliknya, rasakan bahwa proses menulis itu sangat menyenangkan. Kita bisa memperoleh informasi baru. Bahkan tidak jarang menemukan fakta baru yang mencengangkan.

Tanamkan dalam diri bahwa menulis itu menyenangkan. Hal ini akan membuat kita jauh dari stres.

Posted on: May 17, 2016, by : isa jati negara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *